Wednesday, 12 Aug 2026

Cuaca: Mengapa banjir kembali terjadi di sebagian Sumatra saat wilayah lain dilanda karhutla dan kekeringan?

14 minutes reading
Wednesday, 12 Aug 2026 01:32 1 german11


Tim gabungan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kota Padang pada Senin (03/08).

Sumber gambar, BPBD Kota Padang

Keterangan gambar, Tim gabungan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kota Padang pada Senin (03/08).

Puncak kemarau yang diperkirakan jatuh pada Juli-Agustus 2026 justru diwarnai hujan dengan intensitas tinggi di sebagian Sumatra. Fenomena ini terjadi di sejumlah titik yang pernah diterjang banjir akhir tahun lalu: Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sejumlah prakirawan cuaca mengatakan wilayah Sumatra ini punya karakteristik yang berbeda dengan wilayah lain seperti Jawa, Nusa Tenggara hingga Bali. Karena itu, banjir dan longsor di Sumatra masih menjadi ancaman nyata meski di musim kemarau.

Warga yang baru merintis hidup dari nol setelah bahala besar akhir tahun lalu, kembali dipukul mundur ke belakang. Data terakhir menunjukkan jumlah pengungsi banjir Sumatra yang rumahnya hilang atau rusak mencapai 47.000 jiwa.

Menurut sejumlah kalangan, fenomena hujan di musim kemarau menjadi ujian bagi penanggulangan bencana banjir dan longsor ke depan. Pemerintah didorong mengambil tindakan jangka panjang di tengah cuaca tak menentu.

Hujan memanggil trauma

Roy Sigalingging tak menghiraukan keringat menetes dari dahi saat memasang instalasi listrik di sebuah rumah di Kota Sibolga, Sumatra Utara.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA