Sumber gambar, Reuters
Salah satu dokumen terpenting dalam sejarah sepak bola tertera pada sebuah serbet.
Pada selembar serbet tersebut tertulis janji dari petinggi FC Barcelona saat itu, Carles Rexach, untuk merekrut sosok yang kemudian menjadi salah satu pesepak bola terbesar dalam sejarah: Lionel Andrés Messi.
“Di Barcelona, pada 14 Desember 2000 dan di hadapan Tuan Minguella dan Horacio, Carles Rexach, direktur olahraga FC Barcelona, berkomitmen, di bawah tanggung jawabnya dan terlepas dari pendapat yang bertentangan, untuk merekrut pemain Lionel Messi, selama jumlah yang telah disepakati dihormati”.
Orang yang berhasil memperoleh dokumen semacam itu adalah Jorge Messi, ayah Lionel Messi. Jorge meninggal 8 Agustus lalu di Kota Rosario, Argentina, pada usia 68 tahun.
Dokumen itu ditandatangani pula oleh Josep Minguella, penasihat perekrutan FC Barcelona, serta agen Horacio Gaggioli, yang merekomendasikan Lionel Messi kepada klub asal Spanyol tersebut.
Messi bergabung dengan Barcelona satu bulan setelah kesepakatan dicapai dan kemudian menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub tersebut.
Banyak yang juga menganggapnya sebagai pesepak bola terbaik yang pernah bermain untuk klub itu… dan juga yang terbaik sepanjang masa.
Sumber gambar, Getty Images
Messi melakukan debut bersama tim utama FC Barcelona pada usia 16 tahun. Dia mencetak rekor 672 gol dalam 778 pertandingan untuk klub tersebut.
Pemain berjuluk La Pulga atau ‘si Kutu’ meraih 10 gelar La Liga dan memenangkan Liga Champions sebanyak empat kali bersama Barcelona sebelum pindah ke Paris Saint-Germain pada 2021.
Saat ini, Messi yang mengantarkan Argentina menjadi juara dunia pada Piala Dunia Qatar 2022, telah berusia 39 tahun dan bermain untuk Inter Miami.
Karier cemerlang Messi tersebut tidak lepas dari serbet yang ditandatangani dalam pertemuan yang diatur oleh Rexach. Dia mengundang Jorge Messi makan siang setelah keluarga pesepak bola tersebut menyampaikan kekhawatiran mereka atas kurangnya tanggapan dari Barcelona setelah uji coba awal yang telah dijalani remaja itu.
Pada 2024, serbet tersebut dilelang di New York dengan harga sekitar US$900.000 (Rp15,9 miliar).
Pada awal tahun 2000, di tengah situasi politik yang rumit di Argentina, Jorge Messi berupaya keras agar bakat putranya tidak terkubur seperti bakat ribuan anak di Amerika Latin.
Lionel, yang saat itu berusia 13 tahun, sudah memukau banyak pakar sepak bola. Mereka tidak meragukan bakatnya, tetapi tahu Lionel menderita kekurangan hormon yang menghambat pertumbuhannya sehingga memerlukan perawatan medis yang menelan biaya sekitar US$900 (Rp15,9 juta) per bulan.
Jorge telah bertemu dengan petinggi klub Argentina, River Plate, dan klub Italia, Como. Namun tidak ada yang dapat menjamin akan menanggung biaya terapi hormon tersebut.
Kemudian muncul dua sosok penting: agen pemain Horacio Gaggioli dan Josep María Minguella.
Keduanya berhasil membuat Rexach, mantan pemain FC Barcelona dan saat itu direktur olahraga klub tersebut, menguji Lionel.
Pada September 2000, Jorge dan putranya melakukan perjalanan ke Kota Barcelona.
Rexach melihat Messi muda dan sangat terkesan.
Namun pada tahun itu FC Barcelona tidak berada dalam kondisi keuangan terbaik untuk menanggung biaya seorang remaja serta perawatan hormon yang diperlukan.
Sumber gambar, Getty Images
Bulan demi bulan berlalu dan klub itu belum juga mengambil keputusan.
Pada Desember, Jorge Messi justru mengambil keputusan: mereka akan kembali ke Argentina.
“Jorge sangat putus asa. Suatu malam, ketika saya bersama Minguella dan Horacio di klub tenis Pompeya, kami berbicara melalui telepon dan dia berkata kepada saya: ‘Jika ini tidak segera diselesaikan, kami akan pergi. Saya harus kembali ke Buenos Aires dan saya tidak melihat apa pun’,” ujar Rexach kepada ESPN.
Dia menambahkan: “Saat itulah, secara spontan, saya mengambil keputusan”.
Rexach segera memanggil Jorge dan putranya ke kafe tempat ia berada, yaitu Reial Societat de Tennis Pompeia. Mereka berunding dan sepakat mengesahkan ikatan yang akan menjadi bersejarah: hubungan antara Lionel Messi dan FC Barcelona.
Satu-satunya kertas yang ada di tangan Rexach untuk menjadi lembar pengesahan adalah serbet.
“Alasan menggunakan serbet adalah karena itu satu-satunya yang saya miliki saat itu. Saya melihat bahwa satu-satunya cara untuk menenangkan Jorge adalah dengan menandatangani sesuatu, memberinya semacam bukti, jadi saya meminta sebuah serbet kepada seorang pelayan dan menuliskannya,” kenang Rexach.
Kedua belah pihak lalu sepakat bahwa dokumen tersebut sepenuhnya sah.
Dengan cara itulah La Pulga memulai kehidupan sepak bolanya.
Tak lama kemudian serbet itu tak hanya menjadi sebatas omongan.
Sumber gambar, Getty Images
Gaggioli, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyimpan serbet itu. Dua dekade kemudian, dia menyerahkannya kepada rumah lelang Bonhams untuk dilelang.
“Serbet itu mengubah hidup Messi, masa depan FC Barcelona, dan berperan penting dalam menghadirkan beberapa momen paling gemilang dalam sepak bola bagi miliaran penggemar di seluruh dunia,” kata Ian Ehling, kepala departemen buku langka dan manuskrip Bonhams di New York, kepada BBC pada 2024.
Meskipun ada tuduhan bahwa serbet itu bukan yang asli ditandatangani di sore hari pada Desember 2000, pada akhirnya keaslian dokumen itu berhasil dibuktikan.
Lelang atas potongan kertas bersejarah itu dimulai dengan harga dasar US$300.000 (Rp5,3 miliar).
Lelang tersebut berakhir dengan harga mendekati US$1 juta (Rp17,7 miliar)
Sumber gambar, Getty Images
No Comments