Sumber gambar, AFP via Getty Images
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 2 menit
Peringatan! Artikel ini memuat deskripsi kekerasan yang mungkin akan mengganggu kenyamanan Anda!
Seorang mantan anggota parlemen Thailand yang kini berusia 71 tahun menembak seorang pejabat pemerintah di Provinsi Nonthaburi, Senin (10/08). Usai penembakan itu, dia menelepon ke sebuah acara siaran langsung di YouTube untuk memberi tahu para tentang apa yang telah dilakukannya.
Pelaku penembakan ini adalah Chalong Reawraeng, yang pernah menjadi anggota parlemen untuk Provinsi Nonthaburi. Usai penembakan ini, dia telah ditangkap polisi.
Orang yang ditembak oleh Chalong adalah Thongchai Yenprasert, pimpinan Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi.
Thongchai kini dirawat di rumah sakit bersama sopirnya yang juga tertembak. Beberapa laporan mengatakan mereka “mengalami luka serius”.
Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah penembakan oleh seorang pelajar di provinsi yang sama. Dalam penembakan di sebuah sekolah di Nonthaburi itu, tujuh orang tewas.
Hingga berita ini ditayangkan, tidak ada pernyataan resmi dari kepolisian apakah dua serangan tersebut saling berhubungan.
Terduga pelaku penembakan, Chalong Reawraeng, menjabat sebagai anggota parlemen selama tiga periode, terakhir di bawah partai Pheu Thai.
Pria berusia 71 tahun ini mendapatkan julukan “kobra” – istilah Thailand untuk politisi yang melawan garis partai.
Julukan itu didapatkannya karena pada 1997 dia memilih kandidat perdana menteri Thailand dari partai lain.
Chalong sempat mencalonkan diri menjadi anggota parlemen dalam pemilihan terakhir di bawah partai Bhumjaithai yang berkuasa, api gagal memenangkan kursi.
Thongchai Yenprasert adalah mantan polisi yang saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi.
Laki-laki berusia 71 tahun ini bergabung dengan kepolisian pada tahun 1984 dan menjabat sebagai wakil kepala dan kepala beberapa kantor polisi distrik di Nonthaburi, di pinggiran Bangkok.
Thongcai diangkat menjadi kepala badan provinsi pada tahun 2004.
Chalong menyatakan bahwa dia telah melakukan serangan itu melalui telepon kepada seorang komentator politik terkenal, yang saat itu sedang melakukan siaran langsung di YouTube.
Orang yang dihubunginya adalah mantan jurnalis Anchalee Paireerak. Dia tampak mengangkat telepon di tengah-tengah programnya.
“Saya akan menelepon Anda kembali… Oh, sesuatu yang besar terjadi? Silakan, apa itu?” katanya.
Penonton tidak dapat mendengar apa yang dikatakan penelepon selanjutnya, tapi Anchalee terlihat bereaksi dengan terkejut.
“Apakah dia meninggal? Apakah dia meninggal? Anda menembaknya di kepala? Anda harus menunggu di sana sampai polisi datang,” katanya.
“Jangan pergi ke mana pun,” ujar Anchalee.
Motif Chalong melakukan penembakan ini belum diketahui.
Mantan anggota parlemen itu mengatakan kepada wartawan saat ditangkap, dia kesal “karena Thongchai tidak mengabulkan permintaannya”.
No Comments