Tuesday, 09 Jun 2026

20 tahun lumpur Lapindo: Kisah penyintas yang pindah dan bertahan

14 minutes reading
Friday, 29 May 2026 10:35 20 german11


Eskavator yang sedang tidak beroperasi

Sumber gambar, Petrus Riski

Keterangan gambar, Eskavator di atas tanggul lumpur, diambil pada 29 Mei 2026

Dua dekade setelah semburan lumpur Lapindo pada 29 Mei 2006, banyak warga terdampak masih hidup dalam kondisi serba terbatas, dengan masalah ekonomi, kesehatan, dan lingkungan yang belum sepenuhnya teratasi.

Para warga, baik yang telah pindah maupun yang tetap bertahan, masih berjuang membangun kehidupan yang layak, dengan rasa aman dan kesejahteraan yang belum benar-benar pulih hingga kini.

Suasana siang itu cukup sepi di Perumahan Renojoyo, kawasan permukiman baru yang dibangun oleh sebagian besar warga Desa Renokenongo, yang desanya telah tenggelam oleh lumpur Lapindo, 20 tahun silam.

Sebelum tinggal menetap di perumahan baru itu, warga Renokenongo, yang tergabung dalam Paguyuban Warga Renokenongo Menolak Kontrak (Pagar Rekontrak), sempat menempati pengungsian di Pasar Baru Porong, selama kurang lebih 4 tahun.

Sejak 2010, sekitar 600 keluarga menempati permukiman yang dibangun di lahan seluas kurang lebih 10 hektare, di Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, sekitar 6 kilometer dari pusat semburan lumpur arah barat daya.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA