Saturday, 04 Jul 2026

Papua: Hari-hari penuh kekerasan di Intan Jaya – Pendeta dan ibu hamil tewas ditembak, rombongan Gereja Katolik diberondong peluru

9 minutes reading
Saturday, 4 Jul 2026 03:18 0 german11


Keluarga menangis di depan jenazah korban penembakan, Okto Tigau, Intan Jaya, Papua.

Sumber gambar, Dokumentasi warga

Keterangan gambar, Keluarga menangis di depan jenazah korban penembakan, Okto Tigau, Intan Jaya, Papua, 1 Juli lalu. Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, yang menyaksikan penemuan jenazah Okto, terlihat emosional dan membuka baju dinasnya.

Dalam dua bulan terakhir dilaporkan setidaknya terjadi tujuh rangkaian kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Yang terbaru, pada awal Juli ini, Pendeta Elianus Agimbau, ibu hamil Melkiana Duwitau, dan anak muda Okto Tigau tewas dengan luka tembak.

Peringatan! Artikel ini memuat foto-foto yang mungkin menganggu kenyamanan Anda.

Ribuan warga di Sugapa, ibu kota Intan Jaya, turun ke jalan, pada Jumat (03/07), untuk memprotes rangkaian kekerasan itu. Mereka membawa berbagai poster tuntutan, termasuk mempertanyakan kapan konflik bersenjata akan berhenti dan apakah pemerintah Indonesia akan menarik pasukan militer yang jumlahnya mereka anggap berlebihan di Intan Jaya.

Protes warga Intan Jaya itu berlanjut, Sabtu (04/07). Dimotori Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya, unjuk rasa itu menggugat pemerintah untuk mengusut kematian sejumlah warga sipil yang ditembak dalam dua bulan terakhir.

Rangkaian kekerasan dan kematian itu, menurut Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua, Latifah Anum Siregar, merupakan bagian tak terpisahkan dari operasi militer yang sedang terjadi di Intan Jaya dan beberapa episentrum konflik di Tanah Papua.





Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA