Sumber gambar, SC Villa
Warga Uganda berduka atas kematian salah satu pesepakbola paling terkenal di negara itu, David Owori. Laki-laki berumur 27 tahun itu dipukuli sejumlah perampok di dekat rumahnya di ibu kota, Kampala, Rabu (05/08).
David Owori mengalami penyerangan yang berakibat fatal, kata kepolisian. Dia sempat melawan para perampok yang hendak mencuri ponsel dan barang-barang miliknya.
Kematian Owori memicu luapan duka cita dan kemarahan publik yang kembali memuncak terkait kejahatan dan kekerasan di Uganda.
Owori merupakan kapten Sports Club (SC) Villa, klub yang paling sering menjuarai Liga Utama Uganda. Dia bermain sebagai bek kanan dan gelandang. Owori juga pernah membela tim nasional Uganda.
“Kami tidak hanya kehilangan seorang pemain, tapi juga seorang pemimpin, saudara, dan teman,” demikian pernyataan SC Villa.
Para saksi mata mengatakan, sekelompok penyerang memukulI pesepakbola tersebut dengan batu bata, 4 Agustus lalu. Mereka lalu merampok barang-barang Owori, melarikan diri, dan meninggalkan atlet itu dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Juru bicara SC Villa, Asan Kasingye, menyebut Owori diserang tepat di luar rumahnya di Makindye, sebuah kawasan di pinggiran kota Kampala.
“Pemain tersebut disergap oleh sekelompok preman saat dia mendekati rumahnya, sehingga menderita luka-luka yang mengancam nyawa sebelum dilarikan ke fasilitas medis,” kata Kasingye.
Owori dilarikan ke klinik terdekat dan kemudian dipindahkan ke fasilitas swasta di kota tersebut, Namun dia meninggal dunia akibat luka-lukanya satu hari kemudian.
Sumber gambar, Getty Images
Juru bicara kepolisian setempat, Rachael Kawala, menyebut bahwa para detektif sedang menelusuri petunjuk untuk mengidentifikasi para pelaku.
“Tempat kejadian perkara telah didokumentasikan dan diproses untuk memastikan bahwa semua barang bukti yang relevan terkumpul dan terjaga dengan baik,” kata Kawala.
Pembunuhan Owori telah menggemparkan seluruh Uganda. Komunitas sepak bola, termasuk para penggemar dan rekan setimnya, begitu juga para politikus, kini menuntut keadilan.
Ucapan belasungkawa terus berdatangan untuk Owori, yang dikenal luas dengan julukan Colgate.
Federasi Asosiasi Sepak Bola Uganda menggambarkan Owori sebagai “pemimpin sejati di dalam dan di luar lapangan”.
“David bukan sekadar pesepak bola. Dia adalah pemimpin sekaligus inspirasi bagi satu generasi,” demikian pernyataan federasi itu.
Tim nasional Uganda menyebut bahwa mereka kehilangan seorang bintang sepak bola yang “menjadi harapan” bagi Uganda.
Usai kematian Owori, parlemen Uganda mengadakan hening selama satu menit untuk menghormati sang pesepakbola. Mereka menyerukan agar kepolisian melakukan penyelidikan dengan cepat.
Owori adalah pemain serba bisa yang terkenal karena kedisiplinan taktisnya dan kemampuannya bermain di berbagai posisi di lini tengah. Dia kembali memperkuat SC Villa pada 2023, setelah dua tahun sebelumnya berkarier di Eropa.
Ketika dia tewas, Owori berstatus salah satu anggota skuad SC Villa yang paling lama bergabung.
Owori turut memimpin SC Villa meraih gelar liga pertama mereka dalam 20 tahun, sekaligus mengamankan gelar ke-17 di kasta tertinggi—sebuah rekor—pada tahun 2024.
Pengaruh Owori di dalam dan di luar lapangan membuatnya mendapatkan perpanjangan kontrak hingga Januari 2027.
Owori juga tampil bersama tim nasional Uganda selama kualifikasi Piala Afrika 2021. Dia dianggap sebagai kandidat kuat untuk dipanggil kembali ke tim nasional Uganda.
Kematiannya memicu kemarahan di media sosial. Warga Uganda mempertanyakan tingginya tingkat kejahatan kekerasan di Kampala sekaligus menyerukan tindakan yang lebih tegas terhadap para pelaku kejahatan.
Pembunuhan Owori terjadi hanya beberapa minggu setelah kematian bintang olahraga Uganda lainnya, yaitu pemain rugby internasional Sydney Gongodyo. Dia juga tewas diserang oleh sekelompok orang di Kampala.
No Comments