Monday, 29 Jun 2026

Sejarah: Kesedihan, perlakuan buruk, dan diskriminasi keluarga tentara KNIL Maluku yang dipindahkan ke Belanda pada 1951

18 minutes reading
Monday, 29 Jun 2026 05:12 0 german11


Seorang tentara Maluku bersama keluarganya di atas kapal Kota Inten, Maret 1951.

Sumber gambar, Arsip Nasional Belanda/rotterdam.nl

Keterangan gambar, Seorang tentara Maluku bersama keluarganya di atas kapal ‘Kota Inten’, Maret 1951.

Perdana Menteri Belanda Rob Jetten menyampaikan permintaan maaf resmi atas perlakuan buruk yang dialami 12.500 tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) asal Maluku dan keluarga mereka, yang dipindahkan ke Belanda pada 1951.

Namun, permintaan maaf itu disebut menjadi tak bermakna jika tak diikuti rencana dan langkah konkret untuk memulihkan kehidupan keturunan tentara Koninklijk Nederlands Indisch Leger (KNIL) Maluku di Belanda.

Pasalnya, perlakuan buruk, trauma dan diskriminasi yang dialami mereka disebut masih membekas, melintasi empat generasi. Mulai dari kehidupan di kamp yang tidak layak, janji-janji palsu pemerintah Belanda, hingga perlakuan diskriminatif yang dialami keturunan serdadu KNIL Maluku itu.

Lalu, apa saja penderitaan yang dialami puluhan ribu orang Maluku itu di Belanda? Mengapa mereka dipindah paksa dari akar kelahiran mereka dan bagaimana mereka kini memandang Belanda, Indonesia, dan Maluku?

Apakah permintaan maaf saja cukup?

Minggu, 21 Juni 2026, banyak orang Maluku berkumpul menghadiri peresmian Monumen Ulu Kora yang berbentuk haluan kapal tradisional, di Rotterdam, Belanda.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA