Friday, 03 Jul 2026

Nasib tragis petani sawit di Sumut: diburu, disiksa, dan dibunuh

17 minutes reading
Friday, 3 Jul 2026 00:14 0 german11


Kekerasan sawit

Sumber gambar, KontraS Sumatra Utara

Keterangan gambar, Korban kekerasan oleh petugas keamanan dan tentara di kawasan perkebunan sawit milik PT Agrinas Palma Nusantara berkumpul bersama KontraS Sumatra Utara.

Empat petani sawit di Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, dianiaya oleh petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara dan aparat yang terhubung dengan militer. Satu di antara empat korban meninggal dunia. Bagaimana kasus ini bermula? Dan mengapa kekerasan di perkebunan sawit senantiasa berulang?

Kepada BBC News Indonesia, seorang korban mengaku dipiting, dipukul di bagian perut, dan diancam dibunuh. Dia tak pernah tahu apa kesalahannya sehingga memperoleh perlakuan sedemikian rupa.

“Begitu setelah saya diadang sama petugas, dia meminta saya untuk jangan pergi ke mana-mana. Saya disuruh angkat tangan, dihantam perut saya sebanyak satu kali,” terangnya.

Otoritas mengungkapkan motif pelaku kekerasan dipicu tudingan pencurian tandan buah sawit oleh keempat korban di lahan yang masuk konsesi PT Agrinas Palma Nusantara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengurusi perkebunan sawit. Tuduhan itu ditepis korban.

“Kami bekerja di kebun yang digarap sama masyarakat. Kami sama sekali tidak mencuri,” tandasnya.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA