Tuesday, 07 Jul 2026

Lingkungan: Nasib nelayan Pulau Numbing terkikis rencana ekspor pasir laut

29 minutes reading
Tuesday, 7 Jul 2026 03:00 0 german11


Nelayan di Pulau Numbing

Sumber gambar, Dicky Kurniawan/BBC News Indonesia

Keterangan gambar, Nelayan di Pulau Numbing, Kepulauan Riau, beradu dengan ancaman sedimentasi laut oleh belasan perusahaan.

Di kawasan pulau kecil bernama Numbing, yang berlokasi di Kepulauan Riau, masyarakat menyuarakan perlawanan terhadap rencana kegiatan pengelolaan sedimentasi laut. Belasan perusahaan disinyalir telah memperoleh izin dari pemerintah. Salah satunya yakni orang terdekat Presiden Prabowo Subianto. Mengapa warga Pulau Numbing menolak?

Jaya Wardani memperlihatkan kepada saya sebuah kapal yang terparkir di samping rumahnya. Kapal itu masih belum sepenuhnya jadi. Nelayan setempat menyebutnya pompong. Bentuknya tradisional sebab dibangun berlandaskan bongkahan kayu-kayu. Panjangnya kurang lebih delapan sampai sepuluh meter.

Bertahun-tahun Jaya menyisihkan uang demi membangun kapal baru lantaran, pada waktu bersamaan, pendapatannya setiap bulan dari melaut mesti dialokasikan ke kebutuhan prioritas lain—biaya sekolah anak atau makan sehari-hari. Sementara membikin kapal, perlu dana yang ditaksir menyentuh puluhan juta rupiah.

Jaya tergolong gigih. Berapa pun rupiah yang mampu disimpan, tak akan dia pakai sembarangan. Mempunyai kapal sendiri adalah cita-cita yang hendak dia tuntaskan.

Selama ini, Jaya harus berbagi kendali kapal dengan pemilik modal atau tauke. Sistem kerjanya yaitu tauke memberikan pinjaman kapal dan gantinya Jaya menjual tangkapan ikan ke mereka.





Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA