Sumber gambar, Tim SAR Gabungan
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 3 menit
Gempa bumi berkekuatan 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/08). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 05:58 WITA di kedalaman 15 kilometer.
Pusat gempa terjadi di 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Hingga pukul 07.07 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terdapat 37 gempa susulan dengan magnitude 3,7 sampai 6,2.
Di sejumlah tempat tsunami telah terdeteksi. Di Bakalang, Alor, NTT, tsunami setinggi 0,14 meter pada 05:41 WIB.
Di Dompu, NTB, tsunami setinggi 0,17 meter. Lalu di Flores Timur, Labuan Bajo, dan Sikka ketinggian air dari 0,19 hingga 0,36 meter.
Di Maurole, Ende, NTT ketinggian air hampir satu meter pada 05:27 WIB.
Selain itu, BMKG juga melaporkan peringatan siaga hingga waspada tsunami sejumlah wilayah di NTT, NTB dan Sulawesi Selatan, dengan ketinggian 0,5 hingga tiga meter.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG merilis rekomendasi “evakuasi menyeluruh” bagi pemerintah daerah di wilayah terdampak.
Wakil Bupati Sikka, NTT, Simon Subandi Supriadi melaporkan dua orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Pelabuhan Laurentius Say.
“Yang satu ibu mau ke Kupang. Jadi kena runtuhan, meninggal. Satu lagi bapak pasien orang Adonara, sudah mau pulang di pelabuhan,” kata Simon.
Simon bilang kerusakan terparah sejauh ini yang terdata terjadi di Pelabuhan Laurentius Say.
“Kalau di fasilitas umum, sementara belum ada laporan kerusakan yang berat. Tadi saya pantau di rumah sakit, pasien diungsikan di luar.”
“Dan sementara sedang berlangsung pemasangan tenda darurat dari BPBD dan dinas sosial,” kata Simon.
Selain itu, Tim SAR Gabungan juga mengevakuasi tiga orang yang terdampak gempa di Maumere.
“Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka rubuh dan menimpa satu orang korban atas Meliana Nenong Perempuan Berusia 54 Tahun dengan kondisi Meninggal Dunia, dan 2 Orang Luka-Luka dan ketiganya langsung dievakuasi Tim SAR Gabungan ke RSUD T.C Hillers Maumere.” kata Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere.
“Saat ini Tim SAR Gabungan dari Kantor SAR Maumere telah menuju lokasi kejadian yang terdampak yaitu ke Kab. Nagekeo dan lokasi lain yang terdampak gempa. Untuk saat ini pendataan seluruh korban masih dikoordinasikan dengan BPBD setempat.” tambah Fathur.
Sumber gambar, Arnold Welianto
Jurnalis di Sikka, Arnold Welianto, memaparkan gempa dengan guncangan yang besar itu terjadi pada hagi hari.
“Saya kaget dan bangun, langsung menuju ke kamar anak, langsung tarik anak keluar dari rumah, istri ikut dari belakang. Rumah kami pinggir pantai,” ujar Arnold.
Di luar rumah, Arnold melihat banyak warga lain juga yang lari menuju perbukitan dan memenuhi jalan raya.
“Karena setelah gempa besar itu masih terjadi gempa susulan dan air laut sempat surut agak lama,” tambah Arnold.
Dia juga melihat para pasien di puskesmas dievakuasi di luar bangunan dan aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara.
Di wilayah Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejumlah warga juga dilaporkan berbondong-bondong menuju perbukitan untuk mencari perlindungan setelah gempa mengguncang wilayah itu.
Sumber gambar, Tim SAR Gabungan
Berdasarkan laporan jurnalis Kompas.com di lapangan, sejumlah warga mengungsi ke dataran yang lebih tinggi karena khawatir terjadi gempa susulan serta kenaikan air laut.
“Saya pun berlindung bersama warga di perbukitan di Kelurahan Watu Nggene, untuk menghindar dari gempa susulan dan air lain naik,” lapor jurnalis Kompas.com di lapangan.
Sejumlah kerusakan juga dilaporkan terjadi, di antaranya adalah Gedung kampus Universitas Katolik Indonesia (Unika) Ruteng.
Di Kota Mataram, NTB, sejumlah warga yang sedang beraktivitas langsung berhamburan ke tengah jalan.
Ia mengatakan gempa terasa seperti ayunan dan berlangsung cukup lama, sehingga membuat kepala terasa pusing seperti jet usai melakukan penerbangan menggunakan pesawat.
“Tadi saat lagi tidur tiba-tiba semua benda di kamar bergoyang, ternyata itu gempa bumi. Semoga tidak terjadi hal buruk di daerah pusat gempa,” ucap Adam, salah seorang warga Lombok lainnya.
Berita ini akan terus diperbaharui.
Wartawan Arnold Welianto, dari Kabupaten Sikka, NTT berkontribusi untuk artikel ini.
No Comments