Berikut adalah deretan nama penampil Synchronize Fest pada pase 1 dan 2 pengumuman:
Alkateri, diambil dari salah satu nama jalan di Bandung yang dijadikan nama bagi grup musik post-rock/indie-pop yang berkarya sejak 2021. Mereka beranggotakan Fauzan Ghifari pada vokal, Rifqi Maulana pada synth, Galuh Ilham dan Reza Zulmi pada gitar, Hadiyan Fazari pada bass, dan Felmy Herdianto pada drum. Alkateri telah merilis album studio perdananya Kontemplasi di tahun 2024, album ini sukses mengembalikan kancah musik post-rock/Indie-pop Bandung yang sudah lama terlupakan. Tidak hanya meromantisasikan Bandung, Alkateri juga berhasil meromantisasikan kuping para pendengar yang tidak terpaut geografis. rasa romantis itu akan dibawakan kembali oleh Alkateri di panggung Synchronize Fest 2026.
AntiNRML adalah sebuah music label dan kolektif di bawah pimpinan 808Bunny dan Tenxi, dengan Jemsii sebagai Music Director yang turut mempopulerkan penyanyi Naykilla, Dia, hingga Naufal Syachreza. Kolektif ini kian bersinar kiprahnya karena berhasil membawa gelombang tren musik baru di Indonesia yatu hipdut atau hip-hop dangdut dengan lagu seperti “Garam dan Madu”, “Mejikuhibiniu”, dan “Kasih Aba-Aba”. Warna baru di musik Indonesia semakin berwarna, musik hipdut kian menjadi raja di Indonesia hingga mencapai 100 juta stream dalam kurun waktu 3 bulan. Nantinya kolektif AntiNMRL akan membawa seluruh pasukan mereka ke Synchronize Fest 2026 bersama para jagoan talenta mereka yaitu, Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei,Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, Bboogie.
Pertunjukan spesial ini hadir untuk merayakan kembali masa kejayaan musik emo era 2000an, membawakan nama-nama yang mewarnai skena emo di Indonesia; Alone at Last sang Legenda Melodic Emo dari Bandung! Skena tidak akan sama tanpa kehadiran band pergerakan yang satu ini. Bersiaplah untuk sing-along massal dan meluapkan emosi lewat lagu-lagu anthem legendaris mereka seperti “Muak Untuk Memuja” dan “Jiwa”. Friends of Mine unik musik pop-rock/emo asal Jakarta. Friends of mine merilis album debutnya pada tahun 2009 silam, dan mendapat banyak perhatian lewat singlenya yang bertajuk “Dalam Tenang”. Killed By Butterfly hampir tiada pensi tanpa kehadiran KBB, namun sejak merilis album perdana mereka yang bertajuk Sanity/Insanity pada 2008 lalu, kebersamaan mereka harus terhenti sejenak hingga akhirnya mereka dapat berkumpul kembali dan merilis EP yang bertajuk Arsenic pada 2017 silam. Killed By Butterfly sempat mengubah nama panggung mereka menjadi Killed. Killing Me Inside Re:union, Format reuni ini akan membawa kamu kembali ke era dimana “Torment” dan “The Dynamic Boy” menjadi lagu wajib di setiap pemutar musik anak muda. Bersiaplah menyaksikan magis dan chemistry awal yang pernah mengubah arah musik post-hardcore tanah air bersama Onadio Leonardo, Fauzan “SanSan” dan Raka Cyril Damar. SIDE-B (Thirteen 2009 Era) secara spesial grup musik post-hardcore legendaris ini akan bereuni dengan para ex-personil nya dalam format Side-B (Thirteen Era 2009); Raynard pada vokal, Bondry dan Ricko pada guitar, Dicky pada bass, dan Rudy pada key/synthesizer. Side-B akan membawakan lagu-lagu Thirteen era album debutnya yang bertajuk It’s All About Party, Music, & Friendship, dengan single-single jagoan mereka seperti “Cherry Petite Raspberry”, “I’m Not Your GameBoy”. The Side Project grup musik emo ini terbentuk pada tahun 2006 silam dan dipunggawai oleh Dochi Sadega, Fady Kemal, DikanTlor, dan Pasha Acam yang akan bereuni dalam panggung Synchronize Fest 2026.
Secara spesial Synchronize Fest 2026 akan mempersembahkan pertunjukan Float: 3 Hari Untuk Selamanya sebagai puncak perayaan dari rilisnya Vinyl Music For 3 Hari Untuk Selamanya yang dipersembahkan oleh demajors records bersama dengan Miles Films. 19 tahun semenjak dirilisnya film dan album ini, ternyata kedua karya ini tidak luput oleh waktu dan masih dinikmati dari generasi ke generasi.
Menjadi salah satu penampil paling ditunggu setiap tahun nya, Hindia akan kembali ke panggung Synchronize Fest 2026 setelah memenangkan 5 penghargaan AMI Awards 2025 dalam kategori Album Terbaik untuk “Doves, 25 On Blank Canvas”, Artis Solo Alternatif Terbaik, dan Video Musik Terbaik untuk video musik “everything u are”. Hindia telah merilis 3 album studio “Menari Dengan Bayangan”, “Lagi Pula Hidup Akan Berakhir”, dan “Doves, 25 on Black Canvas”. Selalu memberikan penampilan yang terasa personal dan emosional, Hindia menjadi salah satu aksi panggung yang selalu dinanti dan menjadi pemersatu para penonton dengan lagu-lagunya yang dekat di hati.
Secara khusus Synchronize Fest 2026 menggandeng penampilan pertunjukan Indonesian Girl Group: Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, 7icons, and Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, Sivia. Tren Girl Group pertama kali marak pada tahun 2010-an yang merajai tangga lagu mainstream dengan sajian dance yang enerjik sekaligus vokal grup, menawarkan penampilan yang fun dan catchy untuk audiens utama remaja perempuan. Kalian pasti familiar akan lagu “Playboy”, “Diam Diam Suka”, “Jangan Pergi”, “Love U Kamu”, dan “Aw Aw Aw”. Special show ini siap menemani kamu bernostalgia bersama!.
Indra Lesmana seorang legenda musik Jazz yang telah merilis puluhan album jazz eksploratif selama hidupnya. Salah satu yang paling populer adalah album Little Things From The Heart, yang berhasil menjadi jembatan antara musik jazz dan pop pada masanya. Indra Lesmana bersama istrinya Hon Lesmana menulis album ini di tahun 2020 menghasilkan lagu-lagu paling manis seperti “Sedalam Cintamu”, “Kisah Yang Indah”, “Ingatlah”. Untuk pertama kalinya lagi, Indra Lesmana akan membawa set album ini secara penuh bersama para kolaboratornya Eva Celia, Teza Sumendra, Monita Tahalea, dan Michael Jakarimilena, serta dibawakan oleh grup musik LLW yang berisi Barry Likumahuwa, Rafi Muhammad, Kyriz Boogieman, Andre Dinuth dipanggung Synchronize Fest 2026
Pemuda berdarah ambon-jawa ini, memberikan warna baru bagi musik indonesia dengan
membawakan musik bernuansa bossa nova samba dengan bahasa Indonesia. Single nya yang bertajuk “Hujan Deras” mendapatkan banyak perhatian, hingga akhirnya Jo telah merilis satu album studio yang bertajuk Prof Jo pada tahun 2025 dan pada tahun 2026 baru saja merilis EP yang bertajuk Rasa & Rasa.
Band pulang kantor yang beranggotakan Maul Ibrahim pada vokal, Adam Adenan pada bass dan Ildo Hasman pada drum yang sudah tidak ngantor ini akan kembali ke panggung Synchronize Fest 2026. Penampilan Perunggu selalu dirasa seperti potongan cerita yang hidup, mengajaknpenonton untuk larut, bernyanyi, dan merasakan emosi yang sama; tentunya dengan hits-hits andalan mereka dari album ‘Memorandum’ dan Dalam Dinamika seperti “Tapi”, “33x”, “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” dan “Pikiran Yang Matang”. Perunggu baru saja merayakan perilisan album “Dalam Dinamika” melalui sebuah tur mulai dari Jakarta, dan tiga kota lainnya yaitu:nSurabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Secara khusus, penampilan Perunggu di Synchronize Fest akan menyajikan set khusus seperti halnya saat mereka tur yaitu “Pertunjukan Dalam Dinamika”.
Pertunjukan ini adalah sebuah konsep musik punk yang diajarkan sejak dini oleh punggawa musik punk masa kini. Ditampilkan oleh grup musik Sakinah Mawaddah Warahmah yang merupakan band punk beranggotakan Zea yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) yang tampil bersama keluarganya yaitu Ayah, Ibu dan Pamannya dalam grup musik ini. Sukses Lancar Rezeki yang.merupakan band Punk SMA asal Bekasi yang belakangan populer melalui album Bisa Meledak. Pertunjukan ini akan dipimpin oleh Sukatani yang merupakan seorang guru dan petani asal Purbalingga yang telah merilis Gelap Gempita. Pertunjukan ini akan menjadi istimewa karena menghadirkan regenerasi punk masa kini dari usia muda hingga dewasa.
Kolaborasi ini membawa semangat Synchronize Fest membawa narasi lokal menuju kancah global melalui berbagai format pertunjukan. Arah ini membuka ruang bagi pertukaran kreatif, kolaborasi regional, dan dialog artistik lintas negara menjadikannya momen yang tepat untuk menghadirkan kolaborasi penting antara Reality Club dan Phum Viphurit.
No Comments