Tuesday, 09 Jun 2026

Sumatra: Kisah anak perempuan Aceh berjuang tanpa ibu enam bulan pascabencana

14 minutes reading
Friday, 29 May 2026 01:05 22 german11


Berziarah, berjualan mainan, bercanda dengan teman, hingga belajar giat untuk meraih cita-cita jadi polisi wanita (polwan) adalah cara Sausan Sania, siswi kelas empat SD, berjuang melewati hari demi hari.

Sumber gambar, BBC/Andra Anhar

Keterangan gambar, Berziarah, berjualan mainan, bercanda dengan teman, hingga belajar giat untuk meraih cita-cita jadi polisi wanita (polwan) adalah cara Sausan Sania, siswi kelas empat SD, berjuang melewati hari demi hari.

Seorang anak perempuan di Aceh Utara menolak menyerah dalam melawan rasa trauma dan kehilangan, setelah bencana banjir dan longsor merenggut ibu, abang, dan neneknya enam bulan lalu.

Berziarah, berjualan mainan, bercanda dengan teman, hingga belajar giat untuk meraih cita-cita jadi polisi wanita (polwan), adalah cara Sausan Sania, siswi kelas empat SD, berjuang melewati hari demi hari.

Tulisan ini adalah seri kedua dari laporan khusus BBC News Indonesia meliput kisah perjuangan kelompok rentan, penyintas perempuan, melewati enam bulan pascabencana Sumatra.

Catatan: BBC News Indonesia telah mendapatkan izin dari ayah dan pihak sekolah untuk mewawancarai dan mendokumentasikan kegiatan Sausan Sania.

“Kamu (teman) enak ya ada mama, bisa dikawani sama mama, bisa dimasaki sama mama, bisa dipegang, bisa jalan-jalan sama mama, bisa dipeluk sama mama.”



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA