Sumber gambar, Getty Images
Hampir 30 tahun setelah kematiannya, misteri seputar penembakan yang menewaskan Tupac Shakur terus menarik perhatian publik.
Pembunuhan rapper legendaris ini menjadi berita utama menjelang persidangan terhadap satu-satunya orang yang pernah didakwa sehubungan dengan kematiannya.
Mantan pemimpin geng Duane “Keffe D” Davis, 63 tahun, menghadapi satu dakwaan pembunuhan dengan senjata mematikan, dan telah menyatakan tidak bersalah.
Dia tidak dituduh membunuh Tupac, tetapi menyediakan senjata yang digunakan saat terjadi penembakan dari dalam mobil.
Tupac adalah salah satu tokoh hip-hop yang paling berpengaruh.
Lahir di New York pada 1971, dia dinamai persis dengan nama pemimpin gerilya Amerika Selatan, Tupac Amaru II.
Pada 1991, dia merilis album debutnya.
Tupac merupakan salah satu musisi terlaris sepanjang masa. Hal ini dibuktikan dengan penjualan lebih dari 75 juta keping rekaman di seluruh dunia, termasuk single bertajuk Ghetto Gospel yang dirilis pada 2004—delapan tahun setelah dia meninggal.
Dia resmi masuk ke dalam Rock and Roll Hall of Fame pada 2017.
Dia juga meraih kesuksesan dalam berakting di film-film seperti Juice, Poetic Justice, Above The Rim, Gridlock’d, dan Gang Related.
Tupac dibesarkan oleh seorang ibu tunggal bernama Afeni Shakur, seorang aktivis dalam kelompok hak sipil radikal Black Panthers.
Tupac sendiri secara terbuka menyanyikan rap dan berbicara tentang ketidakadilan sosial seperti rasisme institusional, kemiskinan, dan kebrutalan polisi.
Pengaruh Tupac dalam hip-hop telah dipuji oleh artis lain—mungkin yang paling terkenal adalah Kendrick Lamar, salah satu tokoh ternama dalam genre ini.
Kendrick berulang kali menyebut sosok Tupac sebagai inspirasi.
Bahkan, rapper 50 Cent pernah mengatakan bahwa “setiap rapper yang tumbuh di tahun sembilan puluhan berutang sesuatu kepada Tupac”.
Tupac baru berusia 25 tahun ketika ia ditembak empat kali di jalanan Las Vegas pada 7 September 1996.
Polisi mengatakan bahwa dia terlibat dalam perkelahian di kasino sebelum penembakan tersebut.
Menurut laporan polisi, saat kejadian itu terjadi, Tupac berada di dalam mobil BMW yang berhenti di lampu merah.
Saat itulah sebuah Cadillac putih mendekat di samping kendaraan tersebut dan seseorang melepaskan tembakan dari dalam mobil.
Tupac dibawa ke rumah sakit dan dipasang alat bantu pernapasan, tetapi meninggal enam hari kemudian.
Penyelidikan atas pembunuhan Tupac telah berlangsung selama beberapa dekade.
Mungkin saksi yang paling penting yang masih hidup adalah Marion “Suge” Knight, seorang petinggi eksekutif label rekaman yang berada di dalam mobil bersama Tupac ketika tembakan dilepaskan.
Marion tidak pernah sepenuhnya bekerja sama dengan para penyelidik mengenai apa yang dia saksikan malam itu.
Sumber gambar, Reuters
Pada September 2023, polisi di Las Vegas mendakwa Duane “Keffe D” Davis terkait pembunuhan Tupac.
Polisi menyebut Davis sebagai “pemimpin dan dalang” dari geng jalanan South Side Compton Crips.
Davis telah mengatakan pada beberapa kesempatan, termasuk dalam memoarnya, bahwa dia berada di dalam mobil tempat tembakan dilepaskan.
Jaksa penuntut mengatakan bahwa mendiang keponakan Davis, Orlando Anderson, terlibat perkelahian dengan Tupac di sebuah kasino sebelum penembakan dan juga berada di dalam Cadillac bersama Davis.
Anderson, bersama dengan penumpang Cadillac lainnya, Terrence Brown dan Deandrae Smith, semuanya telah meninggal dunia.
Jaksa penuntut dalam persidangan yang diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu, akan berargumen bahwa Davis memerintahkan pembunuhan tersebut.
Pria berusia 63 tahun itu menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat jika terbukti bersalah.
Sejak penangkapannya pada 2023, ia telah menarik kembali pernyataan sebelumnya dan membantah keterlibatannya dalam kematian Tupac.
Sumber gambar, Reuters
“Saya tidak bersalah. Saya tidak membunuh siapa pun. Tidak pernah membunuh siapa pun,” kata Davis pada Maret 2025 dalam sebuah wawancara dari penjara dengan ABC News.
“Mereka tidak punya bukti terhadap saya.”
Dengan demikian, persidangan di Las Vegas kemungkinan besar tidak akan memperjelas siapa sebenarnya yang menembakkan senjata tersebut.
Namun, Shaun Kent, seorang ahli hukum, mengatakan kepada podcast BBC Fame Under Fire: The Tupac Murder Trial bahwa jaksa penuntut akan mencoba menggambarkan mantan pemimpin geng tersebut sebagai dalang pembunuhan Tupac.
“Mereka akan menggunakan teori ‘tangan satu orang, tangan semua orang’ yang menyatakan bahwa Davis mungkin tidak menembakkan tembakan, tetapi tembakan itu tidak akan terjadi jika dia tidak ada di sana,” jelas Kent.
No Comments