Friday, 08 May 2026

Sekolah Rakyat: Anggaran ‘tidak wajar’ memunculkan kecurigaan

9 minutes reading
Friday, 8 May 2026 10:58 0 german11


Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memberi arahan kepada murid saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas di Lampung, Minggu (26/04).

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memberi arahan kepada murid saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas di Lampung, Minggu (26/04).

Waktu membaca: 8 menit

Dugaan penggelembungan anggaran pada program Sekolah Rakyat ramai diperbincangkan di media sosial, setelah terungkap bahwa ada perbedaan signifikan antara harga berbagai barang yang dianggarkan dan harga wajar barang-barang tersebut di pasar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah melakukan kajian terkait program ini.

“Kajian ini guna memotret proses bisnis dan penerapannya di lapangan, apa saja dan di mana saja yang masih rentan dan berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta, Rabu (06/05).

Upaya penggelembungan anggaran atau mark-up bukan modus baru dalam tindak pidana korupsi. Hal ini juga diduga terjadi pada program prioritas pemerintah karena ada ketidakwajaran harga pada sejumlah barang yang masuk dalam rencana pengadaan atau telah direalisasikan.

BBC News Indonesia dan sejumlah lembaga antikorupsi menemukan ketidakwajaran harga sejumlah barang yang ditawarkan penyedia di e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), yakni Inaproc.

“Masalahnya, seringkali penyedia menawarkan harga di e-katalog yang nilainya sangat besar dibandingkan e-commerce. Ketika ada kementerian/lembaga/pemerintah daerah yang membeli harga tinggi dibandingkan dengan e-commerce, upaya penindakan atau pengawasannya cenderung tidak ada,” ujar Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA