Thursday, 13 Aug 2026

BBM: Pemerintah hendak batasi Pertalite berbasis desil, apa saja kontroversinya?

9 minutes reading
Thursday, 13 Aug 2026 09:32 1 german11


Pengendara motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU Majapahit, Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Keterangan gambar, Pengendara motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU Majapahit, Semarang, Jawa Tengah, Senin (03/08).

Rencana pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi, Pertalite, bagi kelompok masyarakat desil 9 dan 10 dihujani protes. Kebijakan ini diyakini bakal semakin menyusahkan kelas menengah yang pendapatannya stagnan tapi terhimpit lonjakan biaya hidup.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dan Menteri Keuangan Purbaya, Yudhi Sadewa, sedang mempersiapkan implementasi kebijakan ini. Mereka menargetkan pembatasan ini akan berlaku mulai akhir tahun 2026.

Bahlil menyebut pembatasan BBM subsidi ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo, kata dia, “ingin BBM subsidi tepat sasaran”.

Namun pakar energi dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai pemerintah tidak bisa langsung menerapkan pembatasan BBM subsidi tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut Fabby, perlu ada “pengecualian” bagi kelompok tertentu yang memang sangat bergantung pada BBM subsidi.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA