Monday, 27 Jul 2026

Hukum: Konvoi kendaraan operasional TNI diduga menewaskan warga – Mengapa berulang?

18 minutes reading
Monday, 27 Jul 2026 01:27 0 german11


Sampe Mulya yang akrab disapa Ully (kiri) bersama dengan Kevin Febrian Chen (kanan) dalam acara wisuda. Ully masih berjuang mencari keadilan atas kematian putra sulungnya itu karena meninggal diduga tertabrak rombongan kendaraan TNI di Papua.

Sumber gambar, Dokumentasi Keluarga

Keterangan gambar, Sampe Mulya yang akrab disapa Ully (kiri) bersama dengan Kevin Febrian Chen (kanan) dalam acara wisuda. Ully masih berjuang mencari keadilan atas kematian putra sulungnya itu karena meninggal diduga tertabrak rombongan kendaraan TNI di Papua.

Seorang pemuda meninggal diduga karena kecelakaan lalu lintas yang melibatkan konvoi kendaraan operasional TNI di Papua. Insiden ini membuka kembali diskusi yang lebih kompleks tentang anggota TNI yang terlibat hukum.

Laki-laki berusia 24 tahun itu tewas setelah diduga menjadi korban “tabrak lari” iring-iringan kendaraan TNI AD di Jayapura, Papua. Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan telah membuka penyelidikan.

Lebih dari sebulan setelah insiden pertengahan Juni lalu, belum ada tersangka ditetapkan. Ibu korban mengaku sudah bolak-balik empat kali ke Pomdam XVII/Cenderawasih dan enam kali ke Polsek Sentani untuk mencari keadilan.

Insiden ini menambah daftar panjang kematian yang ditimbulkan kendaraan operasional TNI di jalan umum.

Sejumlah kalangan melihat akar persoalannya bukan lagi tentang prosedur keamanan dan keselamatan di jalan, tapi lantaran efek hukuman ringan bagi anggota TNI yang terlibat.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA