Wednesday, 01 Jul 2026

Koperasi Merah Putih: Enam hal soal latsarmil calon manajer Kopdes

11 minutes reading
Wednesday, 1 Jul 2026 01:00 2 german11


Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Keterangan gambar, Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/06).

Pelatihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang dijalani calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memakan lima korban jiwa. Tragedi itu memunculkan pertanyaan, apa urgensi calon pemimpin sipil menjalani latsarmil?

BBC News Indonesia merangkum sejumlah hal tentang kronologi kasus, pelatihan yang dijalani, biaya yang dikeluarkan, respons pemerintah hingga polemik yang muncul.

Pemerintah merekrut sekitar 35.476 orang untuk menjadi pengelola KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Mereka yang lolos disebut akan menjadi pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan, dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.

Sebelum bekerja, mereka diwajibkan untuk mengikuti latsarmil Komponen Cadangan (Komcad), di sekitar 67 satuan pendidikan (Satdik) yang tersebar di seluruh Indonesia.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA