Wednesday, 29 Apr 2026

Polemik di balik rencana hapus jurusan tak ‘relevan’ kepentingan industri

12 minutes reading
Wednesday, 29 Apr 2026 04:33 0 german11


Perguruan tinggi

Sumber gambar, DIMAS RACHMATSYAH/Middle East Images/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Spanduk “Indonesia Cemas” dalam demo mahasiswa pada 2025.

Pemerintah Indonesia melontarkan wacana penghapusan jurusan perkuliahan yang dianggap tidak relevan demi tembus target pertumbuhan ekonomi. BBC News Indonesia mewawancarai mahasiswa, alumni, serta akademisi untuk menjawab mengapa rancangan kebijakan ini dipandang bermasalah.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, dalam kegiatan Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 di Universitas Udayana, Bali, Sabtu (25/4).

Badri menegaskan keberadaan jurusan perkuliahan sebaiknya perlu menyesuaikan dengan kebutuhan dunia di masa depan.

“Nanti, mungkin, ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama, terkait dengan prodi-prodi (program studi) perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi ini,” ucapnya.

Badri lalu mengklarifikasi bahwa penghentian program studi bukanlah satu-satunya opsi. Semua skenario, tambahnya, bakal dirumuskan secara komprehensif serta berbasis kajian.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA