Friday, 01 May 2026

Krisis sampah Bali: Pulau Dewata tak lagi bau semerbak dupa

11 minutes reading
Friday, 1 May 2026 03:21 0 german11


Tumpukan sampah di jalanan Denpasar, pulau wisata Bali, Indonesia, pada 24 April 2026.

Sumber gambar, SONNY TUMBELAKA / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Tumpukan sampah di jalanan Denpasar, pulau wisata Bali, Indonesia, pada 24 April 2026.

Bali, destinasi pariwisata utama Indonesia, belakangan ini disebut oleh warga dan pendatang menjadi bau sampah. Padahal, pulau ini awalnya terkenal dengan bau aromatik dupa yang tercium di setiap sudutnya. Krisis pengelolaan sampah yang berlarut-larut menjadi penyebabnya.

Ester Indriani (45), salah satu warga Padang Sambian Kaja, Denpasar Barat, juga mengeluhkan hal tersebut. Ia mengaku hidungnya ‘gatal’ mencium bau sampah di gang-gang perumahan penduduk hingga ke jalan. Sebagai pekerja spa, Ester terbiasa mengendus harum aromaterapi.

“Bali itu seharusnya bau dupa, bukan bau busuk sampah. Miris. Benar-benar mencoreng citra Bali di mata wisatawan dunia,” ujarnya kepada wartawan Christine Nababan yang melaporkan untuk BBC Indonesia, Selasa (14/04/2026).

Hal senada disampaikan Liza Septina (34), pendatang dari Sumatra Utara yang bermukim di Sesetan, Denpasar Selatan. Ia mengklaim bisa mencium bau busuk sampah di mana-mana, di kos tempat tinggalnya, di pemukiman penduduk, hingga jalan raya yang belakangan menawarkan pemandangan tumpukan sampah menggunung.

“Bagaimana di mana-mana nggak bau sampah? Di depan kos saja sampah dibiarkan sampai dua minggu baru diambil petugas, sampai bau busuk dan sudah dihinggapi belatung. Baunya benar-benar semerbak,” terang Liza.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA