Wednesday, 22 Apr 2026

Harga LPG dan BBM nonsubsidi naik, warga kelas menengah protes

11 minutes reading
Wednesday, 22 Apr 2026 00:58 0 german11


Pekerja memasang segel pada tabung gas 12 kg di distributor gas nonsubsidi di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Keterangan gambar, Pekerja memasang segel pada tabung gas 12 kg di distributor gas nonsubsidi di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/04).

Kenaikan harga BBM maupun LPG nonsubsidi masing-masing sekitar 60% dan 19% disebut bakal membuat warga menengah dan menengah atas “turun kelas”. Pelaku usaha makanan juga “semakin terbebani” lantaran kenaikan tersebut sudah di luar kemampuan mereka.

Itu mengapa, menurut sejumlah pengamat ekonomi, dalam waktu dekat akan terjadi perpindahan besar-besaran dari pembelian barang nonsubsidi ke subsidi—yang efeknya bisa memicu kelangkaan jika situasinya berkepanjangan.

Sejumlah pelaku usaha makanan mengamini situasi tersebut. Pemilik rumah makan di Makassar, Sulawesi Selatan, Arfah, misalnya, mengaku selama ini memakai gas LPG ukuran 5,5 kilogram dan menghabiskan setidaknya tiga tabung sebulan. Kini, menyusul kenaikan harga LPG, dia beralih ke tabung 3 kilogram.

“Seandainya ada bahan bakar kayu, kita pakai kayu (untuk memasak)),” keluhnya.

Di Kota Jayapura, Papua, seorang pemilik rumah makan, Suroto, sama resahnya. Dalam sebulan dia biasa menghabiskan 16 tabung LPG berukuran 12 kilogram yang dibeli seharga Rp370.000 per tabungnya.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA