Monday, 18 May 2026

Ekonomi: Masalah di balik pernyataan Presiden Prabowo ‘rakyat di desa enggak pakai dolar’

10 minutes reading
Monday, 18 May 2026 00:52 1 german11


Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Keterangan gambar, Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa masyarakat di pedesaan tidak menggunakan mata uang asing dalam kehidupan sehari-hari ketika menanggapi pelemahan rupiah terhadap dolar disebut pengamat ekonomi sebagai “sikap meremehkan masalah” dan “bisa menjadi bumerang atas kelanjutan anjloknya rupiah”.

Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi langsung memakai dolar, tapi barang-barang seperti pupuk, bahan bakar minyak, pakan ternak, obat-obatan, mesin pertanian, bahkan sebagian bahan pangan sangat dipengaruhi oleh kurs dolar, kata pengamat.

Untuk diketahui, pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.600 per US$1 pada Jumat (15/05) mulai memunculkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga barang dan daya beli masyarakat.

Namun, Prabowo menilai kondisi ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik bahkan relatif stabil, terutama pada sektor pangan dan energi.

“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA