Wednesday, 22 Apr 2026

Demo Kaltim: ‘Yang menyakiti kita bukan kawat duri, tapi kebijakan yang tidak adil’

8 minutes reading
Wednesday, 22 Apr 2026 12:46 2 german11


Masa aksi berusaha melepas kawat berduri saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026).

Sumber gambar, ANTARA

Keterangan gambar, Masa aksi berusaha melepas kawat berduri saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026).

Waktu membaca: 9 menit

Usai unjuk rasa yang berakhir ricuh Selasa malam (21/04), Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud berjanji akan mengevaluasi kinerja pemerintahannya. Tapi menurut seorang demonstran, janji saja tidak cukup.

Sosok Rudy menjadi sorotan setelah isu anggaran mobil dinas Rp8,5 miliar di saat Kaltim masih tinggi angka jalan rusaknya. Isu anggaran ini pun sempat menjadi perhatian Presiden Prabowo.

Belakangan, perhatian publik juga terpusat pada anggaran renovasi rumah jabatan gubernur dan wakilnya Rp25 miliar, meskipun sudah diklarifikasi pihak pemprov sebagai “akumulasi”.

Menurut pengamat kebijakan publik, aksi yang dilatarbelakangi “politik anggaran yang tidak empati”, bisa meluas ke kota-kota lain jika pejabat masih mementingkan kepentingan diri sendiri dan kelompoknya.

Seorang demonstran membentangkan poster protes bertuliskan jabatan publik bukan warisan keluarga.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Angga Palguna

Keterangan gambar, Masa aksi membentangkan poster saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/04).

Ribuan warga Kalimantan Timur tumpah ruah di depan kantor Gubernur Rudy Mas’ud sambil membawa poster dan spanduk bertulis protes terhadap kebijakan anggaran pemprov yang disebut “melukai hati rakyat”, Selasa (21/04).





Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA