Sunday, 15 Mar 2026

Perjuangan Sekolah Perempuan untuk suara perempuan akar rumput

13 minutes reading
Sunday, 15 Mar 2026 09:42 2 german11


Sekolah Perempuan Mosintuwu

Sumber gambar, Dokumen Institut Mosintuwu

Keterangan gambar, Sekolah Perempuan Mosintuwu

Meski terus menerus disuarakan di tiap perhelatan Hari Perempuan Internasional, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan di ruang kehidupan sehari-hari. Bahkan ketika krisis dan bencana terjadi, perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak, tapi sekaligus paling tak terlihat.

Dalam Webinar bertajuk “Indonesia Dalam Pusaran Darurat Kekerasan Terhadap Perempuan: Mengurai Kekerasan Struktural” yang diselenggarakan Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia, Farah dari LBH Aceh menuturkan kekerasan seksual menimpa mahasiswi yang mencari tempat aman saat bencana banjir bandang akhir tahun lalu.

Selain itu, hak dasar para perempuan sukar diakses. Para perempuan tak bisa mengakses air bersih dan kehilangan rasa aman ketika berada di tempat pengungsian.

Kebutuhan spesifik perempuan, seperti pembalut, juga luput dari prioritas bantuan saat itu. Belum lagi, para ibu menyusui, perempuan hamil, lansia, dan difabel yang kian terabaikan.

“Budaya patriarki ini memperparah keadaan. Kebutuhan spesifik perempuan dianggap tak penting, bahkan dijadikan bahan ejekan oleh laki-laki ketika dalam paket bantuan ada pakaian dalam perempuan,” ujar Farah dari LBH Aceh.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA