Thursday, 05 Mar 2026

Polisi gunakan senjata ‘tanpa perhitungan’ tewaskan remaja di Makassar – ‘Kalau polisi tembak ke atas, kenapa anakku bisa kena?’

10 minutes reading
Thursday, 5 Mar 2026 06:10 0 german11


Para pengunjuk rasa menampilkan poster selama protes terhadap Kepresidenan Prabowo pada 29 Agustus 2025 di Surabaya, Indonesia.

Sumber gambar, Robertus Pudyanto/Getty Images

Keterangan gambar, Para pengunjuk rasa menampilkan poster selama protes terhadap Kepresidenan Prabowo pada 29 Agustus 2025 di Surabaya, Indonesia.

Penggunaan senjata api tanpa perhitungan oleh polisi disebut pengamat mengakibatkan nyawa Bertrand Eko Prasetyo Radiman (18) tewas pada Minggu (01/03), di Panakkukang, Makassar, Sulsel. Kejadian berulang penggunaan senjata api yang dianggap tidak sesuai aturan ini merupakan “bentuk arogansi yang menjadi problem kultural dari kepolisian”, ujar LSM Kontras.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengatakan, persoalan kultural itu tidak pernah diperbaiki oleh institusi tersebut.

“Sehingga masih sangat masif tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap warga negara,” kata Dimas Bagus Arya, saat dihubungi, Rabu (04/02).

Adapun Wakil koordinator bidang eksternal badan pekerja KontraS, Andrie Yunus menjelaskan, penggunaan senjata api sejatinya sebagai upaya terakhir.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA