Monday, 16 Mar 2026

Pemerintah buka opsi terbitkan Perppu untuk perlebar defisit APBN lebih dari 3%

9 minutes reading
Monday, 16 Mar 2026 00:21 0 german11


Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Keterangan gambar, Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Opsi pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk memperlebar batas defisit lebih dari 3% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai “kurang rasional dan terkesan kepepet” karena tidak mempertimbangkan opsi lain yang lebih masuk akal yakni memangkas belanja program makan bergizi gratis.

Sebelumnya, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengusulkan opsi Perppu APBN 2026 dalam Sidang Kabinet Paripurna menyusul ketidakpastian konflik antara Iran dengan AS-Israel yang memicu lonjakan harga minyak dunia dan terganggunya pasokan di Timur Tengah.

Namun begitu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk tidak memperlebar defisit dan menginstruksikan langkah efisiensi ekstrem, mulai dari memangkas gaji menteri dan anggota DPR hingga menerapkan kembali konsep bekerja dari rumah untuk ASN.

Untuk diketahui, pada Jumat (13/03), harga minyak dunia Brent berada di level US$100 per barel. Harga minyak Brent sempat menyentuh level tertinggi US$117 per barel pada 9 Maret lalu.

Apa saja opsi yang dimiliki pemerintah selain menerbitkan Perppu?



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA