Friday, 03 Apr 2026

Minyak: APBN diprediksi hanya mampu menahan kenaikan BBM dalam ‘hitungan minggu’

9 minutes reading
Friday, 3 Apr 2026 05:56 0 german11


Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak akan mengalami kenaikan dan memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Keterangan gambar, Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/03).

Sejumlah ekonom menilai kemampuan fiskal negara hanya bisa menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam jangka pendek atau beberapa minggu ke depan di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat perang antara Iran dengan Amerika-Israel.

Jika kebijakan menahan BBM itu dipaksakan terus, maka pemerintah mesti menambah utang atau memangkas besar-besaran bujet kementerian atau lembaga termasuk transfer ke daerah yang dampaknya bakal terasa di kemudian hari.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan belum akan mengubah harga BBM dan mengklaim stok BBM di Indonesia masih terkendali. Untuk itu, beberapa strategi penghematan diberlakukan mulai 1 April 2026.

Di antaranya memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara pada hari Jumat hingga membatasi pembelian BBM bagi kendaraan pribadi roda empat maksimal 50 liter per hari.

Mengapa pemerintah tidak menaikkan harga BBM?

Pemerintah memutuskan belum menaikkan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi meskipun harga minyak mentah dunia terus bergejolak di kisaran US$85 – US$109 per barel.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA