Tuesday, 07 Apr 2026

Mengapa air keras dipakai untuk menyerang Andrie Yunus dan dua aktivis lain?

13 minutes reading
Tuesday, 7 Apr 2026 01:53 1 german11


Sejumlah aktivis membentangkan poster saat Aksi Kamisan ke-902 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (02/04).

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Sejumlah aktivis membentangkan poster saat Aksi Kamisan ke-902 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (02/04).

Serangan air keras tak hanya menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Selain Andrie, dua aktivis lain mengalami serangan serupa di lokasi berbeda. Apa yang bisa dibaca dari rentetan aksi kejahatan ini? Mengapa air keras yang dipilih sebagai alat penyerangan?

Setelah Andrie, Tri Wibowo selaku anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bekasi diguyur air keras pada 30 Maret 2026. Insiden ini terjadi di dekat kediamannya di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 04.35 WIB.

Lalu, pada pertengahan Februari 2026, Muhammad Rosidi yang merupakan aktivis lingkungan di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi korban penyiraman air keras ketika hendak menyusul kawannya di sebuah kedai kopi. Pelaku penyiraman belum tertangkap hingga sekarang.

Di luar ketiga korban ini, Bhima Yudhistira selaku direktur Celios, organisasi nonpemerintah yang fokus di bidang ekonomi, mengaku memperoleh ancaman disiram air keras. Ancaman itu dikirim melalui pesan ke akun media sosialnya.

Pemilihan air keras dilatarbelakangi faktor kemudahan dalam mendapatkan barang tersebut, menurut kriminolog, Haniva Hasna. Tapi, ada konteks lain yang tak bisa ditepikan.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA