Saturday, 14 Mar 2026

MBG: 2.721 SPPG sempat ditutup sementara – ‘Sertifikasi jangan hanya formalitas administrasi saja’

15 minutes reading
Saturday, 14 Mar 2026 01:06 0 german11


Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk MBG

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Petugas menyusun paket Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sebanyak 2.721 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga klaster wilayah sempat diberhentikan sementara sejak 7 Maret. Alasannya, ribuan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini belum mendaftar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) belum memadai.

Belakangan dari jumlah tersebut, ada 994 SPPG beroperasi kembali karena disebut sudah mengajukan pendaftaran SLHS. Pakar keamanan pangan mengingatkan agar SLHS ini bukan “hanya sekadar pemenuhan administrasi tanpa memperhatikan substansi dan kompetensinya”.

“Proses normalnya itu butuh waktu untuk keluar sertifikasi. Kalau malah ada percepatan, bisa jadi pemeriksaan fisiknya apa adanya saja, asal-asalan. Pemeriksaan kesiapan SDM-nya asal cepat saja. Akhirnya, yang penting secara administrasi muncul selembar sertifikat tadi,” kata Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo kepada BBC News Indonesia, Kamis (12/02).

“Munculnya sertifikat yang dipercepat itu, tidak bisa langsung diidentikkan bahwa SPPG yang mendapatkan itu memang sudah terjamin keamanan pangannya. Apalagi jika cara perolehannya tidak wajar.”

Secara terpisah, Founder dan CEO CISDI, Diah Saminarsih, menyampaikan pemerintah perlu memoratorium operasionalisasi penambahan SPPG dan jumlah penerima manfaat MBG hingga saat ini agar lebih berfokus untuk mengevaluasi program MBG secara menyeluruh. Selain itu, moratorium memungkinkan evaluasi tata kelola MBG dapat dilakukan secara optimal.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA