Tuesday, 10 Mar 2026

Lingkungan: Longsor sampah di TPST ‘terbesar di Asia Tenggara’ Bantargebang tewaskan tujuh orang – ‘Cerminan sistem pengelolaan sampah yang amburadul’

12 minutes reading
Tuesday, 10 Mar 2026 06:58 1 german11


Keluarga korban bencana longsor gunungan sampah menangis saat berada di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Berdasarkan data sementara dari Basarnas DKI Jakarta pada Senin (9/3) siang, sebanyak lima orang meninggal dunia dan empat lainnya masih dalam proses pencarian akibat longsoran sampah di TPST tersebut.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

Keterangan gambar, Keluarga korban bencana longsor gunungan sampah menangis saat berada di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (09/03).

Waktu membaca: 13 menit

Longsor sampah yang menewaskan tujuh orang di Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang, Bekasi, disebut cerminan dari pengelolahan sampah di Indonesia yang amburadul.

TPST Bantargebang adalah satu dari ratusan tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah yang menggunakan sistem kumpul, angkut dan buang di tempat terbuka (open dumping).

“Benar-benar sangat amburadul, dari hulu hingga hilirnya bermasalah. Di hulu tidak ada pemilahan dan kebijakan mengurangi sampah, lalu di hilir sistemnya itu kumpul, angkut dan buang. Ini adalah bukti 20 tahun pengelolaan sampah yang kacau,” kata pengkampanye urban berkeadilan dari WALHI, Wahyu Eka Styawan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berkata lembaganya telah memulai penyidikan menyeluruh dan penegakan hukum atas bencana yang terjadi di Bantargebang itu.

Hanif menekankan pihak yang bertanggung jawab akan ditindak tegas sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA