Tuesday, 10 Feb 2026

Kecintaan pada anjing peliharaan mendorong bisnis di Bali

10 minutes reading
Tuesday, 10 Feb 2026 10:16 0 german11


Anjing peliharaaan.

Sumber gambar, Dokumen Nanda Yuliana Putri

Keterangan gambar, Bisnis kebutuhan tersier bagi anjing peliharaan subur di Bali.

Waktu membaca: 9 menit

Rina Rakhman sempat berada di dalam jurang depresi selama empat tahun. Dalam kurun waktu itu, setiap hari dia terpaksa menelan tujuh butir pil yang diresepkan oleh psikiater guna membantu dirinya menjadi lebih tenang. Namun, semua berubah saat dia memutuskan memelihara anjing.

Selain berhenti mengonsumsi obat penenang, perempuan berusia 43 tahun itu mengklaim hidupnya kini lebih bermakna.

“Anjing-anjing ini mengisi sesuatu yang saya enggak pernah tahu saya butuh. Ternyata saat menghadapi konflik, saya menyadari bahwa saya sangat kesepian. Mereka (anjing-anjing) inilah yang mengisi dan menyembuhkan,” kata Rina.

Rina hijrah dari Bandung ke Bali bersama suami dan dua anak-anaknya. Di sana dia memutuskan memelihara anjing. Awalnya, ia memelihara anjing lokal Kintamani tak bertuan. Kemudian, ia memutuskan mengadopsi anjing berikutnya. Hingga saat ini anjing peliharaannya berjumlah enam ekor, dari Golden Retriever hingga Rottweiler.

“Yang pasti, saya juga menjadi lebih bertanggung jawab. Dulu, ketika ada konflik, saya kabur. Sejak punya anjing, saya harus menahan diri demi merawat dan menjaga mereka,” ungkapnya kepada wartawan Christine Nababan yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA