Thursday, 26 Feb 2026

Indonesia akan impor beras dari AS – Anomali di tengah klaim swasembada?

10 minutes reading
Thursday, 26 Feb 2026 08:50 0 german11


Warga membawa karung beras bantuan di Desa Huta Godang, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Selasa (17/2/2026). Sebanyak 103 warga penyintas bencana banjir dan longsor di desa tersebut menerima bantuan paket sembako dari Ranting Muhammadiyah Tapanuli Selatan untuk memenuhi kebutuhan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Keterangan gambar, Warga membawa karung beras bantuan di Desa Huta Godang, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Selasa (17/02).

Waktu membaca: 11 menit

Indonesia sepakat untuk mengimpor beras sebanyak 1.000 ton dari Amerika Serikat, sebagai bagian dari perjanjian perdagangan resiprokal. Apa arti kesepakatan itu di tengah capaian swasembada dan program lumbung pangan?

Dalam dokumen perjanjian perdagangan timbal balik (Agreements on Reciprocal Trade) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump dijelaskan bahwa Indonesia akan mengimpor komoditi pertanian dari AS dengan nilai US$4,5 miliar (sekitar Rp75 triliun).

Salah satu komoditinya adalah beras. Indonesia berkomitmen akan mengimpor 1.000 ton beras per tahun dari AS. Beras itu dituliskan meliputi kategori dari gabah, beras lepas kulit, beras putih dan beras pecah (menir).

Pemerintah menjelaskan beras yang akan diimpor dari AS memiliki jenis klasifikasi khusus. Beras khusus menurut pemerintah adalah beras berdasarkan jenis atau varietas tertentu, dan hanya dapat beredar dengan izin pemerintah.

Contoh di antaranya beras ketan, japonica (beras dari Jepang), dan basmati (beras dari India).



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA