Monday, 02 Feb 2026

IHSG sempat ambruk beruntun – Apa pengaruh bagi Indonesia dan masyarakat?

16 minutes reading
Sunday, 1 Feb 2026 02:42 1 german11


Informasi pasar saham ditampilkan di lobi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Indonesia, Jumat, 30 Januari 2026. Pengunduran diri kepala eksekutif Bursa Efek Indonesia menandai konsekuensi nyata pertama dari tuntutan reformasi MSCI, ketika pembuat kebijakan bergegas meluncurkan langkah-langkah yang bertujuan untuk mencegah penurunan peringkat dan memulihkan kepercayaan.

Sumber gambar, Muhammad Fadli/Bloomberg melalui Getty Images

Waktu membaca: 15 menit

Setelah IHSG ambruk secara beruntun dalam dua hari, lima pejabat keuangan yang bertanggungjawab mengurus pasar saham, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan mundur dari jabatannya. Morat-marit sektor keuangan ini dapat “menambah beban fiskal” dan “melebar pada sektor riil yang menyasar masyarakat”, menurut pengamat.

Kondisi bursa ini merupakan yang terendah setelah sempat runtuh pada 1998.

Situasi yang dipicu penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 27 Januari mengenai transparansi pasar saham domestik ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot drastis hingga 16,7% dalam dua hari, yaitu 28-29 Januari. Meski IHSG mulai menghijau pada penutupan Jumat (30/1), kewaspadaan masih membayangi investor.

Pada 28 Januari, IHSG ditutup di level 8.320,56, anjlok 7,35% dibanding posisi penutupan hari sebelumnya. IHSG kembali turun 1,06% ke level 8,232.20 pada penutupan perdagangan 29 Januari. Pada 30 Januari, IHSG naik 1,18% ke posisi 8.329,60.

Namun di tengah penguatan yang merambat pelan pada pasar, Direktur Utama BEI Iman Rachman, mengumumkan pengunduran diri. Beberapa jam berselang, berbondong-bondong pejabat OJK turut serta melepas jabatannya.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA