Friday, 13 Feb 2026

Ekonomi: Utang kereta cepat dibayar APBN, ekonom soroti fungsi Danantara

8 minutes reading
Friday, 13 Feb 2026 00:14 0 german11


Joko Widodo mengenakan kemeja putih serta celana dan sepatu hitam, berdiri di depan kereta cepat berwarna merah dan silver. Dia seperti hendak menepukkan kedua tangannya.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Joko Widodo dalam acara uji coba kereta cepat Jakarta-Bandung di Stasiun Halim pada September 2023, saat dia masih menjabat sebagai presiden.

Para ekonom menyoroti fungsi Danantara setelah Istana mengumumkan utang kereta cepat Whoosh bakal dibayar dengan APBN. Menteri Keuangan mengatakan porsi pembayaran APBN hanya 50% dan mengaku belum diundang Istana untuk pembicaraan lebih rinci.

Ekonom Anthony Budiawan dan Mohammad Faisal satu suara: meski pembayaran utang kereta cepat akan “membebani” Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), cara ini harus dilakukan, karena tunggakan bunga utang sudah jatuh tempo dan PT Kereta Cepat Indonesia-China (PT KCIC) masih merugi.

Saat ini, beban bunga utang yang ditanggung pihak Indonesia dalam perusahaan konsorsium sekitar Rp1,2 triliun per tahun. Itu belum termasuk utang pokok yang mencapai ratusan triliun dan mulai dibayarkan pada 2027.

Dengan nilai tersebut, para ekonom menyebut pembayaran utang ini akan menambah beban pada APBN yang saat ini mengalami defisit—belanja negara lebih besar dibanding pendapatannya.

Para ekonom kemudian mempertanyakan fungsi Danantara.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA