Tuesday, 24 Mar 2026

Cerita para perempuan muda di Brasil yang terjerat jaringan Jeffrey Epstein

10 minutes reading
Tuesday, 24 Mar 2026 05:44 0 german11


Primer plano de una mujer con cabello rubio, largo y liso. Luce una mirada pensativa y lleva gafas de carey.

Sumber gambar, BBC/Anselmo Cunha

Keterangan gambar, Gláucia Fekete menyebut agen model yang dikendalikan teman Epstein, yang bernama Jean-Luc Brunel, menawarinya untuk berkarier di New York, Amerika Serikat.

Peringatan! Artikel ini mengandung deskripsi adegan seksual.

“Apa yang akan terjadi pada saya jika saya tidak menuruti perkataan ibu dan memilih pergi ke New York?” tanya Gláucia Fekete.

Pada 2004, di usia 16 tahun, Gláucia tinggal di sebuah kawasan pedesaan di Brasil. Saat itu dia baru memulai langkah pertamanya di dunia modeling.

Gláucia mengatakan, agen model fesyen asal Prancis, Jean-Luc Brunel, mengunjungi rumah keluarganya. Dia meyakinkan ibu Gláucia agar mengizinkan remaja perempuan itu berpartisipasi dalam kontes modeling di Ekuador.

Sebagai konteks, Brunel tewas di penjara La Sante, Prancis pada Februari 2022. Penyebabnya, menurut penegak hukum Prancis, adalah bunuh diri.

Dia dipenjara karena terbukti melakukan pemerkosaan, pelecehan seksual, dan merekrut perempuan berusia anak untuk pelaku kejahatan seksual asal AS, Jeffrey Epstein.

Pada 2004, Gláucia dan keluarganya tidak tahu siapa Brunel. Seorang pencari bakat terkenal dari Brasil menghubungkan Brunel dengan keluarga ini.

Investigasi oleh BBC News Brasil menemukan bukti bahwa Brunel menggunakan agensi modeling yang terhubung dengannya untuk secara aktif mencari perempuan dewasa dan yang berusia anak dari Amerika Selatan untuk Epstein. Brunel mengurus visa bagi para perempuan ini agar bisa melakukan perjalanan ke AS.

Seorang perempuan Brasil lainnya, yang mengaku pernah menjalin hubungan dengan Epstein, menunjukkan visa AS miliknya kepada BBC.

Perempuan ini menyebut salah satu agensi yang dikendalikan Brunel berperan sebagai pemberi sponsor untuk visanya.

Namun perempuan ini berkata tidak pernah bekerja sebagai model untuk Brunel. Dia mengklaim visa tersebut diatur semata-mata agar dia dapat mengunjungi Epstein.

Jean-Luc Brunel

Sumber gambar, Kementerian Hukum AS

Keterangan gambar, “Jean-Luc Brunel selalu bersama perempuan-perempuan muda Brasil,” kata seorang model kepada BBC.

Ibu Gláucia, uang bernama Barbara, curiga terhadap Brunel, tapi dia menganggap kawan Epstein ini “sangat menawan”. Dia akhirnya setuju untuk melepaskan Gláucia pergi ke Ekuador tanpa dirinya.

Gláucia melakukan perjalanan bersama tim Brunel ke kota Guayaquil untuk kompetisi bertajuk Model Generasi Baru. Pada saat itu, surat kabar lokal melaporkan bahwa para peserta berusia antara 15 dan 19 tahun.

Gláucia mengatakan kompetisi berjalan lancar, meskipun ia menjadi curiga ketika dia tidak diizinkan untuk menghubungi keluarganya.

Kontestan lain dari Eropa, yang berusia 16 tahun saat itu, mengingat betapa anehnya perilaku Brunel baginya. Ia meminta agar identitasnya dirahasiakan, jadi kami menyebutnya sebagai Laura.

“Aneh sekali tingkah lakunya. Dia selalu bersama para perempuan muda Brasil,” ujarnya.

“Dia bertingkah seperti badut dan hanya bergaul dengan para perempuan yang masih sangat muda,” katanya.

Laura percaya, meskipun kontes kecantikan itu “sah” dan terorganisir dengan baik, Brunel tahu persis gadis mana yang rentan.

“Dia tampaknya mengendalikan keuangannya,” katanya.

“Gadis-gadis dari Brasil dan negara-negara Eropa Timur tampaknya menjadi target utamanya.”

Gláucia menceritakan bahwa menjelang akhir perjalanan, Brunel menawarkan untuk membawanya ke New York “untuk berpartisipasi dalam pertunjukan”. Brunel bilang akan menanggung semua biaya perjalanannya.

Pada saat itu, mereka harus menghubungi ibunya, Barbara, untuk meminta izin.

foto modeling Gláucia

Sumber gambar, Dokumen keluarga

Keterangan gambar, Sebuah foto modeling Gláucia saat remaja.

Di ujung telepon, respons Barbara adalah, “Tidak. Sama sekali tidak.”

“Mereka hanya mencari perempuan di bawah umur,” kata Barbara. “Sayangnya, mereka menemukan putri saya.”

Barbara melarang Gláucia untuk melanjutkan karier modeling dan memutuskan hubungan dengan jaringan Brunel.

“Saya benar-benar nyaris celaka,” kata Gláucia.

Dalam berkas yang dirilis oleh pemerintah AS, BBC News Brazil menemukan catatan yang menunjukkan bahwa Epstein berada di kota Guayaquil pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2004, bertepatan dengan final kompetisi modeling yang diikuti Gláucia.

Gláucia Fekete bersama ibunya, Barbara,

Sumber gambar, Dokumen keluarga

Keterangan gambar, Gláucia Fekete bersyukur bahwa ibunya, Barbara, menolak mengizinkannya pergi ke New York bersama Brunel.

Kami juga melihat dokumen yang menunjukkan bahwa setidaknya satu model di bawah usia 16 tahun yang menghadiri acara tersebut terbang dengan pesawat Epstein setidaknya dua kali pada tahun yang sama.

Gláucia mengatakan bahwa, jika mengingat kembali, “tanpa menyadarinya, saya berada di tengah badai itu.”

“Ibu saya menyelamatkan saya,” ujarnya.

‘Dia memilih saya’

Seorang perempuan Brasil lainnya, yang kami sebut dengan nama Ana untuk melindungi identitasnya, berkata bahwa Brunel dan bisnis modelingnya berperan penting dalam memfasilitasi hubungannya dengan Epstein.

Ana awalnya direkrut oleh seorang perempuan Brasil pada awal tahun 2000-an di kota Sao Paulo.

Kesaksian Ana, yang didukung oleh dokumen yang ditinjau oleh BBC dan dicocokkan dengan catatan Kementerian Hukum AS, menunjukkan bagaimana Brunel membantu mengatur visa AS untuk perempuan asal Brasil itu.

Ana mengatakan, dia meninggalkan kota kelahirannya di Brasil bagian selatan setelah seorang perempuan menjanjikannya kesempatan modeling di Sao Paulo.

Anna berkata, setibanya di Sao Paolo perempuan itu mengambil dokumennya dan mengatakan bahwa Ana berutang sejumlah uang untuk perjalanan dan sesi foto.

Ana mengatakan, dia segera menyadari bahwa dia sebenarnya tidak sedang melakukan pekerjaan modeling.

“Dia seorang mucikari. Tanpa menyadarinya, saya dijual olehnya,” kata Ana.

Salah satu klien perempuan ini adalah Jeffrey Epstein, kata Ana.

Ana menceritakan, beberapa minggu setelah berusia 18 tahun, perempuan itu membawanya ke rumah seorang pengusaha terkemuka di Soo Paulo.

Di rumah itu, kata Ana, dia mendengar pengusaha itu menyebut Epstein sebagai “raja dunia” dan berkata, “Dia menyukai perempuan yang lebih muda.”

Beberapa hari kemudian, Ana dan dua wanita lainnya dikirim ke sebuah hotel mewah di Sao Paulo, di mana Epstein akan memilih salah satu dari mereka. “Dia memilih saya,” katanya.

 Epstein y Brunel sentados en un avión platicando

Sumber gambar, Kementerian Kehakiman AS

Keterangan gambar, Ana mengatakan Brunel (kanan) membantunya mendapatkan visa AS agar ia bisa bepergian dan bersama Epstein (kiri).

Ana menceritakan bahwa dia pergi ke sebuah kamar bersama Epstein. Di kamar itu Epstein memintanya untuk menanggalkan pakaiannya.

“Yang dia sukai adalah mengamati saya sambil menyentuh dirinya sendiri. Itu menjijikkan, tapi dari semua kejahatan, itu yang paling ringan,” katanya.

Berkas Kementerian Hukum AS, termasuk email dan catatan penerbangan, menyebut Epstein di Brasil pada waktu yang diceritakan Ana itu.

Ana mengatakan, Epstein mengundangnya ke sebuah pesta di Sao Paolo beberapa hari kemudian. Di kota itu dia bertemu Brunel.

Brunel, kata Ana, memainkan peran penting dalam mengamankan visa AS-nya.

Selama pesta itu, Epstein mengatakan kepadanya bahwa ia akan pergi ke Paris keesokan harinya dan bahwa ia telah mengatur perjalanannya bersamanya.

Jalur Visa

“Dia (Epstein) akan memberi saya US$300. Saya akan berjalan-jalan dan memberinya sisa uang itu, tapi dia menyuruh saya menyimpan uang itu,” kata Ana tentang perjalanannya di Prancis.

“Dia akan menguji saya dengan meninggalkan uang di kamar saya, lalu saya akan mengembalikannya, dan dia akan mengatakan bahwa saya boleh menyimpannya,” ujar Ana.

Ana menuding Epstein kemudian mengatakan bahwa dia telah mengatur agar Brunel mempekerjakan Ana di agensi model di New York.

Ana menunjukkan paspornya kepada BBC, yang berisi visa bisnis AS dengan catatan yang menyebutkan nama agensi yang didirikan Brunel di yaitu, Karin Models of America.

Ana mengklaim dia tidak pernah bekerja untuk Karin Models of America. Namun dia diberitahu bahwa visa itu akan memungkinkannya untuk bepergian ke AS, dan bahwa satu-satunya tujuan visa itu adalah untuk mengunjungi Epstein.

Epstein membawa Ana ke Paris, tempat di mana dia juga memiliki apartemen.

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Ilustrasi. Epstein membawa Ana ke Paris, tempat di mana dia juga memiliki apartemen.

Pernyataan Ana konsisten dengan berbagai dokumen. Catatan pengadilan dan arsip Kementerian Kehakiman AS menunjukkan bahwa Brunel menggunakan agensinya, yang awalnya bernama Karin Models of America dan kemudian MC2 di AS, untuk memikat perempuan dari berbagai negara, termasuk anak di bawah umur.

Catatan yang sama mencakup kesaksian dari mantan karyawan MC2 di AS yang mengklaim bahwa Epstein membayar visa yang diproses oleh agensi Brunel di AS.

Epstein memberikan dukungan finansial ketika Brunel mendirikan MC2 di AS.

Tidak pernah ada dugaan bahwa agensi mana pun, selain yang dikelola dan dikendalikan oleh Brunel di AS, terlibat dalam pelanggaran hukum apa pun.

Sebelum kematiannya, Brunel membantah melakukan kesalahan apa pun. Pengacaranya menyatakan bahwa ia “hancur” oleh tuduhan tersebut dan menyalahkan “sistem peradilan media massa.”

Ana menceritakan bahwa selama sekitar empat bulan ia melakukan perjalanan ke AS dan Prancis bersama Epstein, yang “penuh kasih sayang” kepadanya.

Ana menjelaskan bagaimana, selama waktu itu, Epstein membayar beberapa kursus bahasa Inggris untuknya.

Ana juga bilang, visanya dibatalkan di Miami setelah pihak berwenang AS mempertanyakan siapa yang membayar pekerjaannya dan apakah ia menerima uang selama berada di negara itu.

Ana mengklaim telah melakukan perjalanan ke AS setidaknya enam kali untuk menghabiskan waktu bersama Epstein sebelum visanya dibatalkan.

Ana juga menyatakan bahwa ia pergi ke pulau pribadi Epstein di Kepulauan Virgin AS dan mengira Epstein menganggapnya sebagai pacarnya, sampai ia mendapati Epstein berhubungan pula dengan orang lain.

“Sampai saat itu, saya tidak menyadari bahwa dia melakukan ini dengan banyak perempuan,” katanya.

“Pada beberapa kesempatan, dia menyuruh saya meninggalkan rumah untuk melakukan sesuatu: pergi ke museum, pergi ke kelas. Saya tidak tahu apakah ada sesuatu yang terjadi yang tidak ingin dia lihat… Dia menyukai perempuan yang lebih muda dan dikelilingi oleh mereka.”

Ana mengindikasikan bahwa ia pernah berhubungan seks dengan Epstein satu kali, dan bahwa “dia suka tidur, berpelukan, dan kakinya dipijat.”

Epstein (kiri) memberikan dukungan finansial ketika Brunel (kanan) mendirikan agensi model MC2 di AS.

Sumber gambar, Kementerian Kehakiman AS

Keterangan gambar, Epstein (kiri) memberikan dukungan finansial ketika Brunel (kanan) mendirikan agensi model MC2 di AS.

Ana mengatakan, Epstein pernah mengatakan kepadanya bahwa Brunel telah memintanya untuk tidur dengannya. Namun Epstein menolak, dengan mengatakan, “Aku tidak mengizinkannya karena kau milikku.”

Ana berkata, dia tidak tahu apakah harus merasa “bersyukur atau lebih takut”.

Setelah itu, Ana merasa Brunel “seperti serigala yang mengincar domba, selalu dengan mata yang melahap, baik terhadap gadis-gadis lain maupun terhadapku.”

Ana bilang, untuk pertemuan pertama di hotel dan perjalanan ke Paris, disepakati bahwa Epstein akan membayar mucikari asal Brasil itu US$10.000 secara tunai.

Ana menunjukkan bahwa Epstein hanya membayar sebagian dari jumlah itu dan bahwa dia mendengar percakapan telepon di mana wanita itu menekannya untuk membayar sisanya.

Keterangan ini sesuai dengan kesaksian yang diberikan pada tahun 2010 di pengadilan Florida oleh mantan akuntan untuk MC2 di AS (agensi model Brunel), yang dikutip dalam berkas Epstein.

Akuntan tersebut menyatakan bahwa ada seorang perempuan Brasil yang menyediakan perempuan muda untuk Epstein dan Brunel di Brasil.

Menurut Ana, kontak dengan perempuan Brasil yang merekrutnya terputus setelah dia menyerahkan dokumennya, tapi Ana terus bertemu dengan Epstein.

Dia mengatakan bahwa setelah visanya dibatalkan, Epstein menawarkannya kartu hijau untuk tinggal di AS, tetapi dia menolak agar bisa dekat dengan keluarganya di Brasil.

Investigasi jaringan rekrutmen Epstein

Kantor Kejaksaan Federal Brasil, Februari lalu, membuka investigasi untuk menentukan apakah jaringan rekrutmen yang terkait dengan Epstein ada di negara tersebut.

Jaksa federal dari unit nasional anti perdagangan manusia, Cinthia Gabriela Borges, berkata bahwa dia hendak berbicara dengan para perempuan yang pernah berhubungan dengan Epstein. Tujuannya, kata dia, untuk memahami bagaimana sistem tersebut bekerja.

Para perempuan itu sendiri bukanlah subjek investigasi.

Apa yang terjadi pada Ana dan yang lainnya dapat dianggap sebagai perdagangan manusia untuk eksploitasi seksual, menurut inspektur tenaga kerja dan penyelidik Maurício Krepsky.

Maurício mengatakan, jenis kejahatan ini mungkin tidak memiliki batasan waktu penuntutan, sehingga warga Brasil yang terlibat masih dapat dimintai pertanggungjawaban.

Gláucia bersyukur memiliki seorang ibu yang mengatakan “tidak” kepadanya. Sementara itu, setelah bertahun-tahun mencoba memahami apa yang terjadi padanya, Ana merasa beruntung telah meninggalkan lingkaran Epstein dan membangun kembali hidupnya.

“Saya pikir saya beruntung, tetapi saya merasa kasihan pada perempuan lain,” katanya.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA