Friday, 22 May 2026

El Nino: Petani terjepit tekanan rupiah dan ancaman kekeringan

16 minutes reading
Friday, 22 May 2026 00:44 1 german11


Petani mengirik padi di sebuah ladang di Denpasar di pulau resor Bali, Indonesia pada 30 April 2026.

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Petani mengirik padi di sebuah ladang di Denpasar di pulau resor Bali, Indonesia pada 30 April 2026.

Situasi ekonomi global, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, dan ancaman kekeringan akibat El Nino berdampak besar pada petani dan produksi pertanian. Penumpukan masalah ini mengindikasikan “situasi sedang tidak baik-baik saja” sehingga “pemerintah harus waspada” dan “menyiapkan mitigasi tepat sasaran”, menurut para ahli.

Sebanyak tiga petani di Nusa Tenggara Timur dan Jawa Tengah mengaku mulai merasakan dampak penumpukan masalah ini. Mereka merasakan kenaikan biaya produksi akibat melambungnya harga-harga bahan bakar, bibit, sampai pestisida.

Padahal hasil panen yang diperoleh tetap sama dibandingkan dengan musim tanam pada periode yang sama sebelumnya.

Memasuki musim kemarau dan ancaman kekeringan akibat El Nino, situasinya membuat mereka makin terdesak.

“Biaya produksi tinggi dengan hasil panen sama saja sudah berkurang pendapatan. Kalau panas berkepanjangan, luas lahan yang ditanam lebih sedikit. Tidak bicara untung,” ucap Roni Nubatonis, petani dari Desa Bena, Amanuban Selatan, Timor Tengah Selatan, NTT.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA