Monday, 27 Apr 2026

Kasus daycare Jogja, kesaksian orang tua korban: ‘Anak-anak diikat kaki dan tangan, tidak pakai baju, dan hanya pakai popok’

14 minutes reading
Monday, 27 Apr 2026 01:16 1 german11


Warga melintas di dekat penitipan anak atau daycare Little Aresha yang disegel polisi di Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (26/4/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Keterangan gambar, Warga melintas di dekat penitipan anak atau daycare Little Aresha yang disegel polisi di Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (26/4/2026).

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai kasus dugaan kekerasan yang menimpa setidaknya 53 anak di tempat penitipan (daycare) Little Aresha di Yogyakarta, merupakan fenomena “gunung es”.

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, mengklaim, berdasarkan pengamatan lembaganya, dari 3.000-an daycare di Indonesia banyak yang tak mengantongi izin dan tak terpantau oleh pemda. Sehingga, dugaannya, kemungkinan besar terjadi penganiayaan bahkan kekerasan pada anak.

Itu mengapa, dia berharap peristiwa di Yogyakarta menjadi pemicu bagi pemda “jemput bola” mengurus izin usaha dan izin operasional mereka.

Dalam perkembangan terbaru, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka yang terdiri dari kepala yayasan Little Aresha, kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh. Mereka dijerat pasal berlapis terkait perlindungan anak.

Seorang orang tua korban, Noorman Windarto, mengaku sudah hampir empat tahun memercayakan kedua anaknya ke pihak yayasan. Kini, dia dan istrinya berharap kasus tersebut diusut tuntas. Untuk pelaku kekerasan, dia meminta dihukum semaksimal mungkin sesuai perbuatannya.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA