Monday, 13 Apr 2026

Bentrokan antardesa di Halmahera dan bayangan tragedi Maluku 1999 – Mengapa perselisihan individu cepat meluas dan berpotensi ke isu SARA?

14 minutes reading
Monday, 13 Apr 2026 05:40 1 german11


Seorang warga melihat rumah di Desa Sibenpopo yang hangus terbakar.

Sumber gambar, Adlun Fiqri

Keterangan gambar, Seorang warga melihat rumah di Desa Sibenpopo yang hangus terbakar.

Bentrokan antarwarga dari dua desa Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Jumat (03/04) lalu, menyebabkan satu orang tewas, puluhan rumah terbakar, ratusan orang mengungsi, dan terhentinya aktivitas pendidikan.

Aparat keamanan merespon cepat bentrokan itu dengan turun ke lokasi dan menyatakan konflik itu dipicu oleh kasus pidana, yang tak ada kaitannya dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Kedua warga desa kini telah sepakat berdamai, dengan menjunjung falsafah Fagogoru, yaitu sikap saling menghormati dan menyayangi dengan tulus, tanpa melihat latar belakang etnik hingga agama.

Dalam setahun terakhir, BBC News Indonesia mencatat, setidaknya ada delapan kali konflik antardesa di ‘Kepulauan Rempah’ itu.

Pertanyaannya, mengapa perselisihan perorangan kerap meluas ke konflik antardesa, dan bahkan berpotensi merambat menjadi isu SARA?



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA