Tuesday, 17 Mar 2026

Mengapa penembakan terus terjadi di area Freeport yang dijaga ribuan aparat dan habiskan ongkos keamanan triliunan rupiah?

13 minutes reading
Tuesday, 17 Mar 2026 03:07 2 german11


Freeport

Sumber gambar, Yuli Saputra

Keterangan gambar, Seorang kerabat melihat jenazah pekerja Freeport, Simson Mulia, yang disemayamkan di Rumah Duka APK Santo Yusuf Bandung, Kamis (13/03).

Kematian seorang pegawai PT Freeport Indonesia bernama Simson Mulia pada Rabu (11/03) masih menyisakan tanda tanya. Dia tewas ditembak orang tidak dikenal di dalam area kerja Freeport yang berstatus objek vital nasional dan dijaga ribuan aparat selama 24 jam dengan biaya keamanan lebih dari Rp1 triliun per tahun.

Akankah kejadian ini diungkap secara terang benderang di pengadilan?

Simson Mulia adalah insinyur senior di Departemen Hidrologi PT Freeport Indonesia. Pagi hari pada 11 Maret lalu, dari tempat kerjanya di sekitar Gunung Nemangkawi—atau yang biasa disebut sebagai Puncak Jaya atau Carstenz Pyramid oleh orang-orang di luar komunitas adat Amungme—Simson menghubungi istrinya yang tinggal di Bandung, Jawa Barat.

Simson berbicara berbagai hal kepada istrinya, termasuk mengabarkan bahwa dia hendak beranjak ke lokasi kerjanya hari itu.

Menurut laporan Freeport, pagi itu Simson akan memeriksa urusan hidrologi di sekitar tambang terbuka Grasberg yang berada di Kabupaten Mimika. Freeport sudah berhenti mengeksploitasi tambang terbuka ini pada 2020 karena cadangan emas serta tembaga di permukaannya telah habis sejak pertama kali dikeruk tahun 1991.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA