Monday, 23 Feb 2026

Polisi di Tual pukul seorang anak hingga tewas, mengapa peristiwa seperti ini terus berulang?

12 minutes reading
Monday, 23 Feb 2026 01:22 2 german11


Polisi

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang mahasiswa menunjukkan poster berisi kritik terhadap Polri di Jakarta, akhir Agustus 2025, beberapa hari setelah pengemudi ojek bernama Affan Kurniawan tewas dilindas personel Brimob.

Kekerasan polisi kembali memakan korban. Kali ini, seorang remaja berumur 14 tahun bernama Arianto Tawakkal di Tual, Maluku meninggal setelah dihantam helm taktikal oleh anggota Brimob, 19 Februari lalu.

Peristiwa ini makin membuktikan “pembenahan di tubuh internal kepolisian masih gagal”, menurut pegiat hak asasi manusia. Akibatnya, watak militeristik di kepolisian disebut tidak pernah hilang.

“Polri tidak pernah belajar dari kesalahan fatal yang mereka lakukan dalam berbagai peristiwa sebelumnya,” kata Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, Minggu (22/02).

“Selain watak kekerasan yang menyebabkan pelanggaran HAM gagal dibenahi, pola kinerja yang tidak profesional juga kembali dilakukan, yakni memfitnah jenazah,” ujar Andrie.

Usai kekerasan yang dialami Arianto di dekat RSUD Maren Ni Noho Renuat, polisi sempat menuding pelajar itu terlibat balapan liar dan mengendarari motor dengan kecepatan tinggi.



Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA